Press "Enter" to skip to content

Apa yang dapat Dilakukan dan yang akan Dilakukan sebagai Seorang Dosen

avidwijaya 0

Seorang dosen mempunyai tugas mulia sebagai tenaga pengajar dan mendidik para generasi penerus bangsa. Hal ini juga tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alenia empat poin dua yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Dosen mengemban tugas negara yaitu memberikan ilmu yang bermanfaat kepada generasi penerus bangsa. Dari hal tersebut motivasi jiwa nasionalis dosen dapat dilaksanakan demi kemajuan bangsa dan negara. Para penerus bangsa dapat saling besinergi menyerap ilmu dan mengembangkannya untuk kemaslahatan masyarakat, negara, bahkan dunia.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen menjelaskan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melihat dari pengertian tersebut maka kita tahu bahwa dosen memiliki peran melakukan kegiatan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang biasa disebut sebagai tridharma perguruan tinggi. Tentunya ini menjadi tanggung jawab besar bagi seorang dosen untuk mengembangkan keilmuannya.

Untuk mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, seorang dosen wajib untuk menguasai bidang keilmuan yang dimilikinya. Kegiatan belajar mengajar baik di dalam dan diluar kelas dilakukan oleh seorang dosen ataupun tim pengajar yang membidangi ilmu dalam keahliannya. Dosen dapat menggunakan berbagai media baik secara konvensional maupun elektronik untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. Misalnya komputer, proyektor, speaker yang dapat menunjang pembelajaran untuk menampilkan materi dalam bentuk slideshow power point.

Dalam melakukan penelitian setidaknya dosen menghasilkan produk-produk inovasi dan respon cepat terhadap kebutuhan masyarakat. Hasil penelitian yang telah dilakukan perlu diarahkan untuk mendapatkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), baik berupa Hak Cipta maupun Hak Kekayaan Industrial (paten, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, merek, rahasia dagang dan perlindungan varietas tanaman).

Dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui lembaga lain, harus mendapat izin dari pimpinan satuan perguruan tinggi yang bersangkutan dalam penerapan keahlian yang dimiliki sebagai dosen.  Pada dasarnya dalam kegiatan pengabdian masayarakat ini dosen tidak hanya mengejar hibah dana semata, melainkan meningkatkan motivasi untuk lebih aktif dan peka terhadap pemecahan masalah dan pembangunan di lingkungan masyarakat.

Seorang dosen memiliki kedudukan sebagai tenaga professional yang memiliki tujuan melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Dalam melaksanakan pekerjaan dosen sebagai tenaga professional maka harus memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme;
  2. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia;
  3. Kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas;
  4. Memiliki kompetensi yang diperlukan. sesuai dengan bidang tugas;
  5. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan;
  6. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;
  7. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat;
  8. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan;
  9. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan.

Cepat atau lambat karir sebagai dosen ditentukan oleh produktifitas, kemampuan, dan determinasi masing-masing individu. Semakin rajin dalam mengerjakan karya ilmiah dan masuk dalam jurnal terakreditasi semkain pesat pula karir seorang dosen. Setiap kegiatan yang dilakukan ada nilai reputasi dan nilai ekonomi yang menjadi rekam jejak bagi seorang dosen. Tentunya perlu menjaga sebuah komitmen dan disiplin tinggi dalam melaksanakan tugas tridharma perguruan tinggi.

Untuk menjalankan tugas keprofesionlannya, maka dosen memiliki kewajiban sebagai berikut:

  1. Melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;
  2. Merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
  3. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
  4. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, kondisi fisik tertentu, atau latar belakang sosioekonomi peserta didik dalam pembelajaran;
  5. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik, serta nilai-nilai agama dan etika; dan
  6. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Di era sekarang banyak tantangan yang harus dihadapi dalam berbagai segi kehidupan. Pergeseran tatanan kehidupan membuat banyak persiangan dalam berbagai bidang. Tentunya akan menjadikan tantangan tersendiri bagi suatu bangsa. Kualitas manusia yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia pada masa yang akan datang adalah yang mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan bangsa lain di dunia. Kualitas manusia Indonesia tersebut dihasilkan melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Dosen sebagai bagian dari system pendidikan menjadi garda terdepan dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi pada bidang yang dikuasainya.

Seorang dosen harus mampu beradaptasi den peka terhadap perubahan yang ada. Teknologi semakin berkembang pesat dan pola-pola sosial kehidupan semakin hari semakin berubah. Untuk itu, dosen dalam melaksanakan sistem pendidikan harus mampu menyesuaikan dan menerapkan sistem pendidikan yang memadahi. Hal tersebut juga terdapat dalam undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang memiliki visi yaitu terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

Karakter mahasiswa saat ini berbeda dengan mahasiswa di zaman dulu. Kita bisa menyebut mahasiswa zaman sekarang dengan generasi Y atau millennial yang lahir antara tahun 1981-1994 dan generasi Z yang lahir antara tahun 1995-2010. Generasi tersebut lahir dimana teknologi sudah mulai berkembang dan juga mempengaruhi karakter kehidupan mereka. Generasi tersebut haus informasi dan akan mencarinya sendiri jika yang didapat tidak menyajikan apa yang mereka anggap relevan. Karena begitu banyak informasi yang selalu tersedia, mereka tidak merasa perlu belajar setiap hal dengan segera. Rata-rata ingin mendapatkan sesuatu dengan hal yang instan dan mudah. Tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi dosen untuk melakukan management dalam memberikan pengajaran kepada mahasiswa dengan karakteristiknya. Hal tersebut juga merupakan pergeseran akibat era industri saat ini terhadap sendi-sendi kehidupan sosial.

Era industri saat ini didominasi dengan era yang serba instan dan informasi semakin mudah di dapat. Arus globalisasi yang masuk ke Indonesia juga mulai tak terbendung. Semua menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Hal ini juga merupakan era revolusi industry 4.0 yang semakin gencar diperdebatkan di kalangan cendekia dan juga masyarakat. Tentunya adanya perubahan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi untuk mencerna dari perkembangan tersebut yang semakin masiv. Perguruan tinggi harus mampu beradaptasi akan sistem yang kian waktu mulai berbeda disetiap sudutnya. Sumber daya yang dimiliki perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dalam hal tersebut. Dalam hal ini dosen sebagai tokoh utama dalam mengedepankan sain dan teknologi harus mampu bersing dalam mengembangkan ilmu dan inovasinya terhadapa perubahan yang ada. Selain itu dalam mengembangkan keilmuannya seorang dosen harus mengedepankan batasan norma-norma yang ada dalam masyarakat, sehingga nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat tidak tergerus oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin massif menggerogoti kehidupan masyarakat.

Di dalam mentransmformasikan proses pendidikan pada hakekatnya seorang dosen bukan hanya memberikan ilmu pelajaran saja, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan untuk menciptakan budaya dan lingkungan yang kondusif sesuai tatanan Pancasila. Dalam proses belajar-mengajar perlu juga ditanamkan kode etik yang benar kepada anak didik, dan menanamkan sikap sopan dalam berbahasa maupun berperilaku, serta menciptakan suasana belajar yang nyaman. Seorang dosen menjadi contoh dalam proses kegiatan belajar-mengajar tersebut.

Untuk meningkatkan kapasitas ilmu saya sebagai seorang dosen maka keaktifan dalam melaksanakan tridharma merupakan suatu hal yang mutlak. Selain itu untuk meningkatkan daya saing di bidang keilmuan maka saya akan aktif dalam mengikuti pendidikan dan pelatihan, seminar, lokakarya, serta kegiatan lain yang sejenis. Dalam mengembangkan kapasitas diri sebagai seorang dosen bisa saja mencari pengalaman di luar kampus dengan tidak mengorbankan kuliah dan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan lain di luar kampus.   Boleh saja mencari kegiatan di luar kampus, tapi prioritas utama haruslah tetap mengajar dan penelitian di dalam kampus. Tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku di kampus dan sesuai dengan ijin pimpinan serta tanggung jawab yang dibebankan dapat terlaksana.

Prinsip utama saya menjadi seorang dosen adalah tidak pelit dan perhitungan dalam membagikan ilmu. Tidak menjadikan ilmu sebagai barang dagangan yang diperjualbelikan untuk kepentingan tertentu melainkan menjadi ladang ibadah dan memberikan manfaat bagi kepentingan bangsa dan negara sebegai pendidik yang berintegritas. Melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat memberikan kebebasan untuk melakukan apa yang kita inginkan terkait dengan pengembangan bidang ilmu yang menjadi fokus kita. Dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat tersebut nantinya dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung untuk kepentingan masyarakat.

Dalam hal teknis kegaitan belajar mengajar, saya akan membuat peraturan dari awal pertemuan, batas keterlambatan ditentukan sesuai dengan kesepakatan bersama, daftar hadir mempengaruhi nilai, serta bagi yang terlambat ada aturan khusus. Mahasiswa akan sadar jika melakukan pelanggaran yang telah disepakati di awal, sehingga mau tidak mau mahasiswa akan mengikuti aturan yang ada. Hal ini akan membiasakan perilaku dan sikap kerja ketika mahasiswa masuk di dunia kerja.

Hal teknis lainnya yaitu melihat dari kondisi generasi mahasiswa yang sebagian besar adalah generasi millennial dan generasi Z maka sistem pengajaran tidak hanya terpusat pada dosen yang hanya menjelaskan teori panjang lebar dan akhirnya monoton tanpa melibatkan keaktifan mahasiswa. Tentunya saya akan memberikan pembelajaran dengan metode yang sesuai dengan mahasiswa di era sekarang. Melibatkan mahasiswa dengan diskusi aktif dan juga memberikan proyek kecil yang biasanya menjadi minat mahasiswa sekarang. Dan mengedepankan pendekatan student centered learning, dimana menjadikan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran yang setrategis. Pembuatan Kurikulum dan RPS disesuaikan dengan keadaan dengan keilmuan yang terupdate sekarang sesuai dengan arah yang telah ditentukan dalam aturan pembuatan.

Dengan menjadi dosen, tentu juga saya harus selalu mengikuti perkembangan zaman mulai dari teknologi hingga berita dan informasi terkini yang terjadi di dunia. Hal-hal ini akan sangat berguna dan dapat menjadi bahan atau topik untuk diperbincangkan ketika di kelas. Ilmu yang kita sampaikan akan bermanfaat dan dapat diadaptasi oleh mahasiswa kelak dengan seiring perkembangan zaman yang terus berubah.

Dalam hal teknologi, inovasi akan terus saya kembangkan dan kedepankan mengingat banyak sekali produk-produk digital yang dikembangkan oleh berbagai perusahaan dan ada pula yang bekerjasama dengan pihak perguruan tinggi. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dalam kemajuan teknologi yang berkembang sekarang. Tentunya akan fokus pada bidang yang saya tekuni saat ini yaitu informatika kesehatan. Masih banyak sekali lahan strategis yang perlu dikembangkan dalam teknologi di bidang kesehatan.

Sebagai seorang dosen, banyak kesempatan yang akan saya raih untuk melakukan aktualisasi diri. Mislnya menjadi pembicara pada bidang keilmuan yang dikuasai, hadir dalam seminar, pelatihan atau workshop, mendapatkan jaringan pertemanan yang luas, kesempatan untuk mengenal banyak karakter manusia untuk pengembangan pembelajaran. Selain itu dapat membuat gagasan berdasarkan ilmu pengetahuan yang dapat dituangkan dalam tulisan-tulisan ilmiah. tujuan untuk penyegaran, pemutakhiran, atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada kehalian pada bidangnya. Banyak sekali lahan kegiatan yang akan dilakukan ketika saya menjadi dosen. Pada prinsipnya seorang dosen harus mempunyai visi yang berpandangan kedepan yang lebih unggul untuk mengembangkan keilmuannya. Mengikuti perkembangan teknologi dan menciptakan inovasi yang bermanfaat merupakan hal mutlak dalam menunjang pengembangan diri sebagai seorang dosen. Hal tersebut dapat diaktualisasi melalui kegiatan tridharma perguruan tinggi sebagai dosen.


Didedikasikan untuk satker tercinta Polkesma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *