Press "Enter" to skip to content

LEARNING FROM “THE PURSUIT OF HAPPINESS” MOVIES

avidwijaya 0
  • Tokoh-tokoh, dan Leader dari film The Pursuit of Happiness

The Pursuit of Happyness adalah sebuah film biografi buatan tahun 2006 yang menceritakan kisah hidup Chris Gardner, seorang salesman yang berhasil menjadi pialang saham kaya. Adapun tokoh-tokoh dari film tersebut diantaranya adalah:

  1. Chris Gardner
  2. Christopher Gardner Jr.
  3. Linda Gardner
  4. Jay
  5. Alan Frakesh
  6. Martin Frohm
  7. Walter Ribbon
  8. Chu

Kemudian dari tokoh-tokoh tersebut yang bisa dikatakan sebagai tokoh leader adalah Chris Gardner. Ia menjadi ayah yang bertanggung jawab bagi anaknya Christoper. Dengan sifat positifnya ia juga menjadi teladan bagi anaknya. Dia sangat perhatian terhadap Christoper anaknya. Chris Gardner memiliki visi yang jelas. Dia juga memiliki sifat juang yang tinggi dan tidak mudah untuk menyerah.

 

  • Learning dan Personal Mastery Chris Gardner  bisa Berkembang

Chris Gardner sangat percaya diri dan tidak mudah menyerah dalam menjalani kehidupannya. Masalah demi masalah datang menghampiri Chris Gardner. Pertama karena masalah keuangan istrinya yang bernama Linda meninggakannya. Dia gagal dalam menjual mesin-mesinnya. Banyak tagihan yang menghampirinya. Dia diusir dari apartemennya. Dia juga sempat dipenjara. Dia juga pernah tinggal di penampungan dan di jalan-jalan. Walaupun dengan kondsi demikian dia mempunyai visi untuk terus melangkah kedepan demi meraih kesuksesan. Dia tetap menjalani training yang kemungkinan 1 berbanding 20 diterima di perusahaan pialang saham karena dia percaya bahwa dengan ketekunannya dia dapat diterima. Dengan kesulitan-kesulitan tersebut dia dapat beradaptasi dan mengerahkan semua kemampuanya. Dan tidak menyerah di tengah perjalanan guna meraih tujuannya maka ia dapat berhasil. Dan ia mengembangkan kreatifitasnya dalam matematika. Dia juga memiliki komitmen yang kuat terhadap apa yang akan diraihnya.

 

  • Contoh dari 5 disiplin dalam Film The Pursuit of Happiness

a. Personal Mastery / Penguasaan Pribadi

Organisasi hanya dapat berkembang apabila para anggota yang berada di dalamnya memiliki keinginanan dan kemampuan untuk terus belajar. Dengan disiplin penguasaan pribadi berarti individu di dalam organisasi terus memfokuskan diri untuk meningkatkan kemampuan dan kapabilitas diri dengan belajar dan memfokuskan energi untuk terus menerus memperdalam visi pribadi. Dalam film tersebut diceritakan ketangguhan Chris Gardner dalam menghadapi masalah. Dengan masalah tersebut ia bertekat untuk bersungguh-sungguh menyelesaikannya. Dan semakin membulatkan tekad untuk mencapai tujuan sesuai dengan keahliannya. Dan dia memiliki komitmen tinggi.

b. Mental Model / Model Mental

Mental model merupakan suatu disiplin yang menggambarkan proses penilaian pribadi berdasarkan asumsi dan generaliasai yang ditangkap yang dapat mempungaruhi individu dalam melakukan sebuah tindakan dan pengambilan keputusan. Disiplin mental model ini melatih individu untuk dapat mengkomunikasikan pemikiran atau asumsi secara efektif sehingga dapat mempengaruhi orang lain. Dalam keadaan putus asa, Chris tak sengaja berjumpa dengan seseorang yang membawa Ferari warna merah. Chris bertanya kepada orang itu, pekerjaan apa yang ia lakukan sehingga mampu membeli mobil mewah? Orang tersebut menjawab bahwa ia adalah seorang pialang saham. Sejak saat itu Chris memutuskan untuk merubah mindsetnya untuk berkarier sebagai pialang saham.

c. Shared Vision / Membagi visi

Disiplin ini menggambarkan begitu besar dan pentingnya peranan seorang pemimpin sebagai penentu arah organisai. Membagi tujuan orgnisasi dengan cara mengkomunikasikannya kepada seluruh anggota organisasi yang ada di dalamnya adalah tugas penting pemimpin. Karena dengan mengkomunikasikan visi organisasi, pemimpin sudah menumbuhkan kesadaran jangka panjang para anggota organisasi untuk terus maju dan berkembang. Dalam film tersebut Chris Gardner menuangkan visi pribadinya saat sedang diwawancarai. Dia menunjukkan moral kejujuran dan kemampuan dia. Sehingga dari hal tersebut maka dapat dilihat sekilas kemampuan yang diamati oleh pewawancara. Tidak hanya disitu training yang dilakukan oleh perusahaan tersebut akan menyaring dari kinerja para karyawan magang dan memilih dari yang terbaik.

d. Team Learning / Pembelajaran Kelompok

Peter Senge menyebutkan bahwa, bukan hanya menciptakan hasil yang baik untuk organisasi, tetapi anggota dengan bersama-sama dapat lebih cepat menyerap informasi dan tumbuh lebih cepat dari pada melakukan proses pembelajaran secara pribadi atau perseorangan. Contoh dari film tersebut adalah ketika Chris Gardner menganggap dirinya mampu untuk masuk ke dalam perusahaan tersebut. Tidak hanya berhenti disitu, beberapa tahun kemudian Chris Gardner juga mendirikan perusahaan pialang sendiri.  Hal itu menunjukkan ketika Chris Gardner telah berhasil mendirikan perusahaan pialang sendiri. Dia telah mempelajari dari pengalaman kerja setelah ia begabung dengan perusahaan pialang yang menjadi pekerjaannya.

e. System Thinking / Berfikir Sistem

Berfikir sistem merupakan landasan terpenting yang dapat mengintegerasikan setiap individu, kegiatan, serta disiplin yang ada di dalam organisasi. Karena tanpa mengaplikasikan berfikir sistem, individu di dalam organisasi hanya melihat segala sesuatu yang ada secara parsial tanpa melihat dengan cara keseluruhan. Sehingga individu tidak dapat melihat sebuah organisasi sebagai sebuah proses yang dinamis. Dari kejadian-kejadian yang dialami mulai dari penjualan alat rontgen tulang yang banyak terhambat, dan tekanan dari pihak kelurga, serta kebutuhan hidup yang tak tejamin maka Chris Gardner berusaha untuk mengatasi hal tersebut. Dia tidak hanya berfokus pada kejadiannya saat itu. Ia juga berusaha untuk melihat kedepan bagaimana proses yang akan dilakukan selanjutnya oleh Chris Gardner.

 

  • Momen Paling Mendebarkan

Momen paling mendebarkan adalah ketika Chris Gardner dipanggil oleh Martin Frohm untuk pemberitahuan hasil training. Chris Gardner mengira bahwa dia tidak akan diterima kerja pada perusahaan pialang tersebut. Namun Martin Frohm memberithukan bahwa Chris Gardner diteriam di perusahaannya. Chris Gardner terharu dengan pernyataan dari Martin Frohm dan meneteskan air mata. Momen tersebut sangat mendebarkan karena usaha dan kerja keras Chris Gardner dalam meraih impian dan cita-citanya tidak sia-sia. Semua terbayarkan di berkat kerja kerasnya diawal.

 

  • Pelajaran yang dapat diambil dari film The Pursuit of Happiness
  1. Jika kita mempunyai impian kejar terus impian tersebut dan berusaha dengan penuh keyakinan dan jangan melakukannya hanya setengah-setengah.
  2. Dalam hidup, kita harus mengambil banyak keputusan dan kadang kala keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang salah
  3. Lakukanlah pekerjaan / karir yang Anda senangi dan cintai
  4. Untuk mencapai sukses, jangan buat alasan atas kegagalan kita dan menyalahkan situasi atau orang lain, tetapi ambil tanggung jawab pribadi untuk mengatasi kesulitan yang ada
  5. Anything is Possible atau segala sesuatu itu mungkin
  6. Tidak pernah ada kata terlambat untuk mencoba sesuatu yang baru
  7. Sikap mental yang positif, pantang menyerah dan ketekunan merupakan ssebuah kunci kesuksesan
  8. Tidak menyalahkan kejadian yang telah menimpa

 

  • Yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga dan tempat kerja.

Hal-hal yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga adalah sifat saling mengasihi dan saling mendukung antara satu dengan lainnya. Dan jika suami atau istri mengalami keterpurukan maka harus kita dukung dan jangan putus asa terhadapnya. Sedangkan  di tempat bekerja adalah kita harus selalu kerja keras ulet dan mempunyai visi kedepannya yang telah ditargetkan oleh perusahaan atau tempat bekerja. Jikapun ada masalah di dalam tempat bekerja maka kita harus optimis masalah tersebut bisa terselesaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *